Upaya Comeback yang Harus Di Sempurnakan Prancis

Upaya Comeback yang Harus Di Sempurnakan Prancis

Upaya Comeback yang Harus Di Sempurnakan PrancisEnam tahun berlalu sejak Prancis gagal total di Piala Dunia 2010. Upaya untuk kembali ke puncak ingin disempurnakan Prancis dengan jadi juara di Piala Eropa.

Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan jadi salah satu episode buruk untuk sepakbola Prancis. Les Bleus tersingkir di fase grup tanpa sekalipun mencatat kemenangan.

Tak cuma itu, Prancis juga meninggalkan Afrika Selatan dengan cerita yang tak mengenakkan. Nicolas Anelka terlibat perselisihan dengan pelatih Prancis saat itu, Raymond Domenech, hingga berbuntut boikot dari para pemain yang menolak untuk berlatih.

“Knysna (basecamp Prancis di Afrika Selatan) adalah noda dalam sepakbola Prancis. Kami membuat kesalahan, jelas, dan menunjukkan citra yang sangat buruk dari tim Prancis ke dunia,” ujar bek Prancis yang jadi bagian dari skuat di Piala Dunia 2010, Bacary Sagna, seperti dikutip dari Reuters.

“Kami harus berusaha keras untuk lebih dekat ke masyarakat, kembali ke awal. Banyak kerja yang dibutuhkan untuk memperbaiki citra yang sudah tercoreng.”

Upaya Prancis untuk kembali masuk jajaran tim elit sudah menunjukkan sinyal positif di Piala Dunia 2014. Mereka lolos ke perempatfinal sebelum disingkirkan oleh Jerman yang akhirnya tampil sebagai juara.

Hari Minggu (10/7/2016), perjalanan panjang Prancis akan sampai di final Piala Eropa menghadapi Portugal. Laga tersebut jadi kesempatan Prancis untuk mengakhiri perjalanan panjangnya dengan sempurna.

“Kami melewati krisis tapi kami berjuang untuk kembali, semuanya, Federasi Sepakbola Prancis, pelatih, dan pemain, selangkah demi selangkah,” ucap kiper Prancis, Hugo Lloris.

“Ini butuh waktu yang lama tapi membangun tim butuh bertahun-tahun dan waktu dan pengalaman adalah sesuatu yang tak bisa dibeli.”

“Sekarang kami ada di tempat yang kami inginkan, kami punya kesempatan untuk menuliskan sejarah sepakbola Prancis dan kami ingin memaksimalkannya,” kata Lloris.