Prasaan Galau Di Alami Antoine Griezmann

Antoine GriezmannPerasaan galau Mungkin ini yang tepat Di alamai Antoine Griezmann Dia Menajdi Top Skorer Di Piala Eropa 2016 akan Tetapi Tidak Bisa Membawa Negaranya Menjadi Juara Setelah Di Pecundangi Portugal Liga Puncak.

dia tak mampu menambah pundi-pundi golnya. Mampetnya gol Griezmann diikuti kegagalan Prancis menuntaskan peluang, hingga akhirnya kalah 0-1 dari Portugal lewat babak tambahan.

Gagal juara di hadapan publik sendiri membuat kekecewaan menjadi berlipat ganda. Namun Griezmann melihat hal ini sebagai pengalaman dan pelajaran berharga untuk perjalanan Prancis ke depannya.

“Ini kejam dan luar biasa pada saat bersamaan. Kami sudah berjalan melalui sejumlah momen luar biasa, dan juga momen-momen sedih,” katanya di situs resmi UEFA.

“Kami harus belajar. Tapi malam ini kami mengerahkan segalanya dan kami tidak punya penyesalan. Saya bangga dengan skuat ini, bangga dengan semua orang. Sekarang kami harus bangkit dengan lebih tangguh.”

“Kali ini kami tidak berhasil, tak seperti saat melawan Jerman (semifinal). Ini disayangkan. Kami punya peluang menghantam tiang, saya punya kans juga dan hampir mencetak gol. Kipernya juga bermain baik. Itu bikin frustrasi, tapi kami harus bangkit lebih tangguh,” imbuh penyerang Atletico Madrid ini.

Enam gol yang ditorehkan Griezmann membuatnya meraih ‘Sepatu Emas’. Dia unggul jauh dari rival-rivalnya, yakni sepasang rekan setimnya: Olivier Giroud dan Dimitri Payet, serta duo Portugal Cristiano Ronaldo dan Nani yang seluruhnya ‘cuma’ bikin tiga gol.

Gelar individu ini bisa dibilang menjadi semacam konsolasi untuk pemain 25 tahun ini. Tapi untuk saat ini kekecewaan yang disebutnya lebih terasa.

“Mungkin nanti saya bisa merasa bangga, tapi untuk sekarang, ini soal tim. Saya turut merasa sangat kecewa untuk rekan setim. Saya sungguh ingin memberikan mereka trofi ini, tapi saya tak mampu mencetak gol dan saya kecewa,” ujarnya